Social Items


Berbicara tentang air terjun di Sumatera Utara pasti yang pertama terlintas di pikiran kita adalah Air Terjun Sipiso-piso. Namun, tahukah kamu bahwa ada air terjun lain yang tak kalah indah dan asri dari air terjun Sipiso-piso?
Mungkin sebagian dari kamu masih banyak yang belum tahu tentang air terjun ini. Penasaran kan?!
Nah, air terjun yang saya maksud adalah Air Terjun Pelangi yang ada di Deli Serdang.
Kira-kira kamu sudah pernah dengar belum? Terus bagaimana sih Air Terjun Pelangi yang katanya tak kalah indah dan asri dari Air Terjun Sipiso-piso itu? Dan bagaimana ya akses menuju Air Terjun Pelangi tersebut?
Nah, Jika kamu penasaran kali ini saya akan memberikan sekilas informasi tentang Air Terjun Pelangi yang indah dan asri tersebut dan bagaimana akses menuju Air Terjun Pelangi tersebut.

Oke… Jangan kemana-mana ya.
Stay Tuned 😉
Air terjun pelangi adalah sebuah air terjun yang berada di Desa Tanjung Timur, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hulu, Kabupaten Deli Serdang. Air terjun ini memang masih belum terkenal seperti Air Terjun Sipiso-piso. Namun, keindahan dan keasriannya tak kalah dari Air Terjun Sipiso-piso yang berada di Kabupaten Karo.
Air Terjun Pelangi ini memiliki air yang jernih dan bersih serta di kelilingi oleh pohon-pohon tinggi yang hijau yang membuat udara di sekelilingnya menjadi segar. Oiya… Air Terjun Pelangi ini berdekatan dengan Danau Linting yang indah dan terkenal mistis itu lho…
Jadi, jika kamu sedang berkunjung ke Danau Linting tidak ada salahnya untuk sekalian singgah sebentar untuk melihat Air Terjun Pelangi ini.
Pada saat ini memang masih sedikit yang mengunjungi Air Terjun Pelangi ini dikarenakan akses menuju Air Terjun Pelangi yang belum terlalu mulus. Seperti halnya akses menuju ke Danau Linting yang sedikit melelahkan, untuk menuju ke Air Terjun Pelangi ini kamu juga harus membutuhkan sedikit tenaga ekstra karena Air Terjun Pelangi ini berada setelah Danau Linting.
Kamu harus melewati kondisi jalan yang naik turun, belokan tajam dan ada yang berlobang di beberapa ruas jalan. Namun, bukan berarti menyurutkan semangat untuk menikmati keindahan air terjun tersebut yaa… Sekali lagi, traveler sejati seharusnya tidak mempermasalahkan akses tersebut hehe…
Lokasi menuju air terjun ini dapat di tempuh mulai dari Medan – Amplas – Patumbak – STM Hilir – Danau Linting hingga Air Terjun Pelangi dengan waktu tempuh sekitar 2 jam dan sekitar 30 menit jika dari Danau Linting.
Sepanjang perjalanan menuju lokasi air terjun ini kamu akan disuguhi pemandangan hijau dari pohon-pohon kelapa sawit, koka hingga karet yang berjejer di pinggir jalan.
Tiba di lokasi, kita akan turun ke bawah menuju air terjun dengan menggunakan tangga yang sudah tersedia seperti di Air Terjun Sipiso-Piso. Suasana di air terjun ini juga masih sangat asri, sejuk dan alami.
Pemandangan kebawah menuju air terjun pun juga indah karena banyak batu-batu yang indah seperti batu corak khas jaman dahulu. Jadi, kamu bisa sejenak mengabadikan momen dengan kamera untuk mengambil potret diri dengan background air terjun yang indah atau sekedar mengabadikan keindahan Air Terjun Pelangi tersebut.

Air dari air terjun ini pun dingin dan bersih sehingga cocok bagi kita untuk mandi-mandi atau bermain air bersama keluarga. Biasanya setelah lelah bermain air, kita pasti lapar kan?
Nah… kamu bisa membawa makanan dan minuman dari rumah untuk melakukan rekreasi sederhana di pinggiran air terjun yang indah dan makan bersama keluarga setelah lelah bermain air. Hal ini pastinya menjadi momen yang paling mahal dan jarang untuk di dapat ya kan?!
Atau jika tidak sempat untuk membawa makanan dan minuman dari rumah, disana juga tersedia warung sederhana yang menyediakan makanan dan minuman untuk kamu nikmati disaat perut mulai lapar.
Selain itu, disana kamu juga bisa mampir sebentar untuk melihat sebuah jembatan gantung yang bernama Jembatan Lau Hulung atau warga sekitar menyebutnya dengan Titi Gantung STM Hulu.
Jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Sumatera Utara yang dibawahnya jurang dalam yang mengalir sebuah sungai yang cukup indah. Jembatan Lau Hulung ini menghubungkan Deli Serdang dan Simalungun dan panjang jembatan ini sekitar 160 meter.
Saat ini, jembatan gantung ini sudah tidak dipakai lagi karena sudah rusak dan tua serta dari sisi keamanan juga sangat membahayakan. Namun, disebelah jembatan gantung ini sudah dibangun jembatan baru yang lebih layak dan aman yang di bangun oleh pemerintah daerah setempat.
Nah… itulah sekilas informasi singkat dan akses menuju tempat wisata Air Terjun Pelangi yang berada di Deli Serdang yang tak kalah indah dan asri dari Air Terjun Sipiso-piso yang sudah terkenal itu.
Mungkin Air Terjun Pelangi ini bisa menjadi pilihan bagi kamu sebagai tempat wisata yang akan di kunjungi di waktu libur nanti.
Oiya… sebelum berkunjung ke tempat wisata air terjun ini, jangan lupa singgah sebentar ke Pojok UKM Deli Serdang untuk membeli makanan dan minuman di perjalanan kamu.
Atau bagi kamu yang sedang mencari oleh-oleh khas Kabupaten Deli Serdang, Pojok UKM adalah jawaban yang tepat.
Pojok UKM merupakan tempat belanja hasil produksi UMKM Deli Serdang mulai dari makanan, minuman, kerajinan tangan hingga souvenir yang bisa kamu jadikan oleh-oleh khas Deli Serdang yang pastinya unik dan menarik.
Pojok UKM Deli Serdang terletak di Jalan Karya Utama No. 4 Lubuk Pakam (Komplek Kantor Bupati Deli Serdang). Lebih tepatnya terletak disamping Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Deli Serdang.
Pojok UKM kini juga sudah hadir di Taman Buah Lubuk Pakam lho…
Pojok UKM Taman Buah Lubuk Pakam berada di area sebelah kiri Pintu Masuk Utama Taman Buah Lubuk Pakam. Tepatnya berada di area sebelah kiri Patung Buah Taman Buah Lubuk Pakam.
Jadi, buat kamu yang ingin berekreasi ke Taman Buah Lubuk Pakam, kamu bisa singgah sebentar ke Pojok UKM untuk membeli cemilan atau oleh-oleh khas Deli Serdang pastinya.
Buat kamu yang sedang ingin keluar kota melalui Bandara Internasional Kualanamu, kamu juga bisa mencari oleh-oleh khas Deli Serdang di Stand Deli Serdang Mall Kualanamu.
Di Stand Deli Serdang Mall Kualanamu ini juga tersedia beragam oleh-oleh khas Deli Serdang mulai dari makanan, minuman, kerajinan tangan hingga souvenir yang bisa kalian jadikan oleh-oleh khas Deli Serdang yang pastinya unik dan menarik.
Stand Deli Serdang Mall berada di dalam Stasiun Kereta Api Bandara (Railink) Bandara Kualanamu International Airport.
Kalian juga bisa mengunjungi website kita di www.deliserdangmall.com untuk melihat produk-produk menarik lainnya.
Atau download langsung aplikasinya di Play Store untuk pemesanan kapan saja dan dimana saja.
Happy Traveling 😉

Air Terjun Pelangi Indah di Deli Serdang. Penasaran?! Bagaimana Cara Ke Air Terjun Pelangi?


Pantai biru di Desa Pamah Tambunan Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat yang mempesona sehingga banyak wisatawan lokal berkunjung setiap hari libur kesana.

Hal itu disampaikan salah seorang pengelola kawasan wisata Pantai Biru Usaha Sitepu, di Pamah Tambunan, Rabu.

Usaha Sitepu mengatakan sejak beberapa tahun yang lalu kawasan tersebut dibuka oleh warga hingga sekarang ini.

Jalan menuju kawasan juga terlihat bagus, dan potensi kawasan juga aangat asyik. Pihaknya berharap kepada instansi terkait untuk membangun jembatan penyeberangan di Dusun III Desa Pamah Tambunan agar wisataaan nyaman menyeberang.

Selain itu, kiranya bantuan untuk pengembagan kawasan itu dapat menjadi perhatian dari Pemkab Langkat guna mendukung visi dan misi Bupati untuk pengembangan kawasan itu.

Pihaknya sendiri menyiapkan lahan seluas empat hektare untuk mendukung kawasan wisata di tempat itu.

Sementara itu salah seorang pengunjung Wati menjelaskan bahwa pantai biru sangat asyik untuk berwisata bagi keluarga.

"Tempatnya sangat indah, airnya jernih, bila bersama anggota keluarga sangat bagus di pantai ini apalagi kawasannya sangat sejuk," katanya.

Pihaknya berharap agar kawasan pantai biru ini bisa didukung oleh Pemkab Langkat terutama pasilitas umum maupun pembenahan jembatan memuju spot spot wisata yang ada.

Objek Wisata Salapian - Langkat


PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau Bank BRI membuka lowongan kerja terbaru untuk para lulusan S1 dan S2.
Bank pelat merah ini membuka lowongan karir lewat BRILian Future Leader Program (BFLP) yang memang diperuntukkan untuk mengisi posisi manajerial di BRI Group.
Ada dua posisi yang ditawarkan yakni BFLP General Staff dan IT Staff.
Bagi kandidat yang lulus seleksi, akan ditempatkan di berbagai unit dan anak usaha Bank BRI antara lain Bank BRI, Bank BRI Syariah Tbk, Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk.

Lalu BRI Multifinance Indonesia, Asuransi BRI Life, dan BRINS General Insurance.

Periode pendaftarannya dibuka mulai 30 Januari - 16 Februari 2020.
Berikut persyaratannya:
Kualifikasi umum
  1. Lulusan S1 atau S2 dari universitas terkemuka dan diutamakan terakreditasi A.
  2. IPK minimal 3,00 (untuk lulusan S1) dan IPK minimal 3.25 (untuk lulusan S2) dengan IPK S1 minimal 3.00.
  3. Berusia maksimal 25 tahun untuk lulusan S1 (belum berulang tahun yang ke-26 pada tanggal 1 Februari 2020), dan maksimal 28 tahun untuk lulusan S2 (belum berulang tahun yang ke-29 pada tanggal 1 Februari 2020).
  4. Bersedia mengikuti seluruh tahapan seleksi. Belum menikah dan bersedia tidak menikah sampai dengan 1 (satu) tahun sejak diangkat sebagai Pekerja Tetap BRI atau BRI Grup.
  5. Bersedia ditempatkan di seluruh unit kerja BRI dan BRI Grup.
  6. Bersedia menandatangani Surat Perjanjian dengan BRI atau BRI Grup apabila dinyatakan diterima sebagai peserta BFLP BRI.

Kualifikasi khusus
1. BFLP for General Staff
Lulusan jurusan atau fakultas:
  • Ekonomi
  • Aktuaria
  • Hukum
  • Teknik
  • Teknologi Pertanian
  • Psikologi
  • Pertanian
  • Agribisnis
  • Peternakan
  • Kehutanan
  • Fisipol (Hanya untuk Jurusan Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, Administrasi Fiskal, Administrasi Niaga dan Administrasi Negara)
  • MIPA (Hanya untuk jurusan Matematika, Statistika dan Fisika)
  • Fisipol (Hanya untuk Jurusan Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, Administrasi Fiskal, Administrasi Niaga dan Administrasi Negara)
  • MIPA (Hanya untuk jurusan Matematika, Statistika dan Fisika)

2. BFLP for IT Staff
Lulusan dari jurusan atau fakultas berikut:
  • Teknik Informatika
  • Teknik Elektro
  • Teknik Telekomunikasi
  • Teknik Elektro Telekomunikasi
  • Sistem Informasi
  • Ilmu Komputer
  • Teknik Jaringan
  • Teknik Komputer
  • Astronomi Aerospace/Aeronautika dan Teknik Astronautika
Pendaftaran bisa dilakukan secara online melalui https://e-recruitment.bri.co.id.

Lowongan Kerja BRI untuk S1 dan S2, Cek Pendaftarannya di Sini

Ilustrasi. Kabar gembira, harga BBM Pertamina jenis bensin dan solar turun, cek rincian di pertamina.com
Harga BBM kembali turun.
Kali ini jenis Pertamax dan Pertamax Turbo.
Kabar gembira bagi pengguna BBM jenis Pertamax dan Pertamax Turbo.
Mulai hari ini, Sabtu 1 Februari 2020 harga Pertamax dan Pertamax Turbo resmi mengalami penurunan.
Penurunan harga BBM ini seperti dilansir dari situs pertamina.com, merupakan komitmen dari Pertamina untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.
Selain itu, penurunan harga ini juga sebagai upaya untuk mendorong masyarakat menggunakan produk-produk BBM Pertamina yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan.
Walaupun mengalami penurunan, tapi harga terbaru BBM ini berbeda-beda di setiap wilayah.
Harga BBM Pertamina turun (Instagram/@pertamina)
Perbedaan harga ini karena dipengaruhi besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing daerah.
Inilah daftar lengkap harga BBK (Bahan Bakar Khusus yang terdiri dari Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Racing, Dexlite, Pertamina Dex, Solar Non Subsidi dan Minyak Tanah Non Subsidi) terbaru di berbagai wilayah tanah air.
Sementara untuk Februari 2020  Harga Solar subsidi ditetapkan Rp 5.150 per liter dan harga Premium atau bensin Rp 6.450 per liter di luar wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali).
Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Pertalite: 7.650
Pertamax: 9.000
Pertamax Turbo: 9.850
Pertamax Racing: 44.500
Dexlite: 9.500
Pertamina Dex: 10.450
Solar Non Subsidi: 9.600
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.220
Provinsi Sumatera Utara
Pertalite: 7.650
Pertamax: 9.000
Pertamax Turbo: 9.850
Pertamax Racing: 44.500
Dexlite: 9.500
Pertamina Dex: 10.450
Solar Non Subsidi: 9.600
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.220
Provinsi Sumatera Barat
Pertalite: 7.850
Pertamax: 9.200
Pertamax Turbo: 10.050
Pertamax Racing: 44.500
Dexlite: 9.700
Pertamina Dex: 10.450
Solar Non Subsidi: 9.600
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.220
Provinsi Riau
Pertalite: 7.650
Pertamax: 9.400
Pertamax Turbo: 10.250
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.900
Pertamina Dex: 10.650
Solar Non Subsidi: 9.800
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.220
Provinsi Kepulauan Riau
Pertalite: 8.000s
Pertamax: 9.400
Pertamax Turbo: 10.250
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.900
Pertamina Dex: 10.650
Solar Non Subsidi: 9.800
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.220
Kodya Batam (FTZ)
Pertalite: 8.000s
Pertamax: 9.400
Pertamax Turbo: 10.250
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.900
Pertamina Dex: 10.650
Solar Non Subsidi: 9.800
Minyak Tanah Non Subsidi: 10.200
Provinsi Jambi
Pertalite: 7.850
Pertamax: 9.200
Pertamax Turbo: 10.050
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.700
Pertamina Dex: 10.450
Solar Non Subsidi: 9.600
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.220
Provinsi Bengkulu
Pertalite: 7.650
Pertamax: 9.000
Pertamax Turbo: 9.850
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.500
Pertamina Dex: 10.200
Solar Non Subsidi: 9.400
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.220
Provinsi Sumatera Selatan
Pertalite: 7.850
Pertamax: 9.200
Pertamax Turbo: 10.050
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.700
Pertamina Dex: 10.450
Solar Non Subsidi: 9.600
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.220
Provinsi Bangka-Belitung
Pertalite: 7.850
Pertamax: 9.200
Pertamax Turbo: -
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.700
Pertamina Dex: 10.450
Solar Non Subsidi: 9.600
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.220
Provinsi Lampung
Pertalite: 7.850
Pertamax: 9.200
Pertamax Turbo: 10.050
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.700
Pertamina Dex: 10.450
Solar Non Subsidi: 9.600
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.220
Provinsi DKI Jakarta
Pertalite: 7.650
Pertamax: 9.000
Pertamax Turbo: 9.850
Pertamax Racing: 42.000
Dexlite: 9.500
Pertamina Dex: 10.200
Solar Non Subsidi: 9.400
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.220
Provinsi Banten
Pertalite: 7.650
Pertamax: 9.000
Pertamax Turbo: 9.850
Pertamax Racing: 42.000
Dexlite: 9.500
Pertamina Dex: 10.200
Solar Non Subsidi: 9.400
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.220
Provinsi Jawa Barat
Pertalite: 7.650
Pertamax: 9.000
Pertamax Turbo: 9.850
Pertamax Racing: 42.000
Dexlite: 9.500
Pertamina Dex: 10.200
Solar Non Subsidi: 9.400
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.220
Provinsi Jawa Tengah
Pertalite: 7.650
Pertamax: 9.000
Pertamax Turbo: 9.850
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.500
Pertamina Dex: 10.200
Solar Non Subsidi: 9.400
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.220
Provinsi DI Yogyakarta
Pertalite: 7.650
Pertamax: 9.000
Pertamax Turbo: 9.850
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.500
Pertamina Dex: 10.200
Solar Non Subsidi: 9.400
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.220
Provinsi Jawa Timur
Pertalite: 7.650
Pertamax: 9.000
Pertamax Turbo: 9.850
Pertamax Racing: 43.500
Dexlite: 9.500
Pertamina Dex: 10.200
Solar Non Subsidi: 9.400
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.220
Provinsi Bali
Pertalite: 7.650
Pertamax: 9.000
Pertamax Turbo: 9.850
Pertamax Racing: 43.500
Dexlite: 9.500
Pertamina Dex: 10.200
Solar Non Subsidi: 9.400
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.220
Provinsi Nusa Tenggara Barat
Pertalite: 7.650
Pertamax: 9.000
Pertamax Turbo: 9.850
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.500
Pertamina Dex: 10.200
Solar Non Subsidi: 9.400
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.550
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Pertalite: 7.650
Pertamax: 9.000
Pertamax Turbo: 9.850
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.500
Pertamina Dex: 10.200
Solar Non Subsidi: 9.400
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.770
Provinsi Kalimantan Barat
Pertalite: 7.850
Pertamax: 9.200
Pertamax Turbo: 10.050
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.700
Pertamina Dex: 10.450
Solar Non Subsidi: 9.600
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.330
Provinsi Kalimantan Tengah
Pertalite: 7.850
Pertamax: 9.200
Pertamax Turbo: 10.050
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.700
Pertamina Dex: 10.450
Solar Non Subsidi: 9.600
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.330
Provinsi Kalimantan Selatan
Pertalite: 7.850
Pertamax: 9.200
Pertamax Turbo: 10.050
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.700
Pertamina Dex: 10.450
Solar Non Subsidi: 9.600
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.330
Provinsi Kalimantan Timur
Pertalite: 7.850
Pertamax: 9.200
Pertamax Turbo: 10.050
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.700
Pertamina Dex: 10.450
Solar Non Subsidi: 9.600
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.330
Provinsi Kalimantan Utara
Pertalite: 7.850
Pertamax: 9.200
Pertamax Turbo: 10.050
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.700
Pertamina Dex: 10.450
Solar Non Subsidi: 9.600
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.330
Provinsi Sulawesi Utara
Pertalite: 7.850
Pertamax: 9.200
Pertamax Turbo: 10.050
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.700
Pertamina Dex: 10.450
Solar Non Subsidi: 9.600
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.550
Provinsi Gorontalo
Pertalite: 7.850
Pertamax: 9.200
Pertamax Turbo: 10.050
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.700
Pertamina Dex: 10.450
Solar Non Subsidi: 9.600
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.550
Provinsi Sulawesi Tengah
Pertalite: 7.850
Pertamax: 9.200
Pertamax Turbo: 10.050
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.700
Pertamina Dex: 10.450
Solar Non Subsidi: 9.600
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.550
Provinsi Sulawesi Tenggara
Pertalite: 7.850
Pertamax: 9.200
Pertamax Turbo: 10.050
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.700
Pertamina Dex: 10.450
Solar Non Subsidi: 9.600
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.550
Provinsi Sulawesi Selatan
Pertalite: 7.850
Pertamax: 9.200
Pertamax Turbo: 10.050
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.700
Pertamina Dex: 10.450
Solar Non Subsidi: 9.600
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.550
Provinsi Sulawesi Barat
Pertalite: 7.850
Pertamax: 9.200
Pertamax Turbo: 10.050
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.700
Pertamina Dex: 10.450
Solar Non Subsidi: 9.600
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.550
Provinsi Maluku
Pertalite: 7.850
Pertamax: 9.200
Pertamax Turbo: -
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.700
Pertamina Dex: -
Solar Non Subsidi: 9.600
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.770
Provinsi Maluku Utara
Pertalite: 7.850
Pertamax: 9.200
Pertamax Turbo: -
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.700
Pertamina Dex: -
Solar Non Subsidi: 9.600
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.770
Provinsi Papua
Pertalite: 7.850
Pertamax: 9.200
Pertamax Turbo: -
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.700
Pertamina Dex: -
Solar Non Subsidi: 9.600
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.770
Provinsi Papua Barat
Pertalite: 7.850
Pertamax: 9.200
Pertamax Turbo: -
Pertamax Racing: -
Dexlite: 9.700
Pertamina Dex: -
Solar Non Subsidi: 9.600
Minyak Tanah Non Subsidi: 11.770
Sumber: Tribunstyle.com

Turun Lagi, Ini Daftar Lengkap Harga BBM Februari 2020, Pertalite, Pertamax, Premium, Solar, Dexlite


Seorang perempuan warga Desa Paloh Mampree, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireun menjadi tulang punggung keluarga.
Ia terpaksa memilih  profesi sebagai tukang panjat pinang untuk mencukupi biaya kebutuhan hidup dua orang anaknya, ibu, dan abangnya yang keterbelakangan mental.
Siti Hajar (35), perempuan dua anak itu, mengaku mulai menjadikan pekerjaan utama sebagai pemanjat pinang sejak suaminya meninggal dunia beberapa tahun lalu.

Ia tak punya pilihan pekerjaan lain untuk menafkahi dua orang putranya, abang yang keterbelakangan mental, juga ibunya yang telah lanjut usia.

"Anak saya dua, yang pertama Sulaiman (15) putus sekolah, dan Rafid (8) kelas IV SD, " Kata Siti Hajar kepada Kompas.com saat ditemui di rumahnya.
Meski pekerjaanya terbilang sangan ekstrem dan penuh resiko, Siti Hajar mengaku setiap hari ia mampu memanjat 60 batang pohon pinang dengan ketinggian rata-rata mulai 5 hingga 10 meter.
"Rata-rata saya mampu panjat 60 batang pinang setengah hari, setelah itu saya urus anak, abang, dan ibu," katanya.
Pada saat masa panen tiba, Siti Hajar sudah menjadi langganan warga di tiga desa di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng yang memiliki kebun pinang.
Setiap pohon yang ia panjat hanya dibayar seharga Rp 2000 per batang.
"Saat musim panen banyak yang suruh panjat. Hari-hari biasa kurang paling 10 sampai 20 batang, " jelasnya.

Di kampungnya Siti Hajar dikenal sebagai sosok peempuan yang tangguh dan pekerja keras.
Di saat tidak musim panen pinang, ia juga  bekerja sebagai buruh tani di sawah warga dan lainnya untuk mendapatkan biaya kebutuhan hidup sehari-hari.
"Panjat pinang memang sudah profesinya, kalau tidak musim pinang dia jadi buruh tani di sawah, kupas pinang orang, karena dia tulang punggung keluarga sejak suaminya meninggal, "kata Kepala Desa Paloh Mampree M Nazar Nurdin, dikutip dari Kompas.com.

Nazar menyebutkan, Siti Hajar merupakan warganya yang sangat miskin di Paloh Mampree.
Bahkan, sebelum rumahnya dibangun dengan menggunakan dana desa pada 2019 lalu mereka tinggal di gubuk reyot tak layak huni.
"Sekarang rumahnya sudah layak huni setelah kami bangun menggunakan dana desa, kalau sebelumnya mereka tinggal di gubuk tidak layak huni. Kalau dari desa untuk keluarga kami prioritaskan kalau ada bantuan, karena memang kondisi kehidupannya sangat layak untuk dibantu," ujarnya.

KIsah Siti, Tiap Hari Panjat Puluhan Pohon Pinang hingga 10 Meter Demi Biayai Keluarga

Pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 telah berlangsung mulai 27 Januari 2020 lalu.
Meski begitu, belum semua instansi telah selesai melaksanakan ujian.
Mengingat sistem penilaian yang dibuat secara sitematis di BKN secara digital, hal ini memungkinkan peserta untuk bisa langsung mengetahui hasilnya.
Sementara untuk mengetahui lolos tidaknya, peserta masih harus menunggu beberapa waktu.
Sebab, pengumuman resmi akan disampaikan jika instansi terkait telah memverifikasi nilai-nilai mereka secara keseluruhan.
Untuk itu, tidak ada jaminan jika lolos tes SKD bisa mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
Sekretaris BKPSDM Abdya, Rahmad Sumedi SE dan Kabid Pembinaan dan Pengembangan, Pusmeri Surtina SKM, yang ditanyai Serambinews.com tentang hal ini Rabu (29/1/2020), memberi penjelasan.
“TKB diikuti paserta yang memenuhi passing grade 1 berbanding 3 dari jumlah formasi,” kata Rahmad Sumedi yang ditanyai Serambinews.com atas persetujuan Ketua Panselda CPNS setempat.
Artinya, jika jabatan tertentu diterima (formasi) 1 orang, maka peserta SKB adalah peserta yang masuk passing grade ranking 1 sampai 3.
Jika diterima 2 formasi, maka peserta tes SKB adalah peserta yang masuk passing grade ranking 1 sampai 6 dan seterusnya.
Pelaksanaan tes SKB CPNS 2019 sendiri dijadwalkan akan dilaksanakan pada 25 Maret-10 April 2020.
Berikut ini jadwal pelaksanaan seleksi CPNS 2019 mengutip dari laman resmi bkn.go.id.
  • Pembukaan pendaftaran: 11-26 November 2019
  • Verifikasi berkas: 13 November-12 Desember 2019
  • Penutupan pendaftaran: 26 November-10 Desember 2019
  • Penutupan verifikasi: 12 Desember 2019
  • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 12-16 Desember 2019
  • Masa sanggah: 16-26 Desember 2019
  • Pelaksanaan SKD: 27 Januari-28 Februari 2020
  • Pengumuman hasil SKD: 22-23 Maret 2020
  • Pelaksanaan SKB: 25 Maret-10 April 2020
  • Penyampaian hasil seleksi: 27-30 April 2020
  • Pengumuman hasil seleksi: 1 Mei 2020
  • Usul penetapan NIP: 1 Mei-15 Juni 2020
Tes SKD CPNS 2019
Tes SKD CPNS 2019 telah berlangsung sejak 27 Januari 2020.
Tes diselenggarakan mengunakan CAT/computer assisted test.
Ada tiga ujian yang akan disuguhkan kepada peserta, yaitu Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), dan Tes Intelegensi Umum (TIU).
Garis besar materi yang akan diujikan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) Nomor 24 Tahun 2019.
Sebanyak 100 soal pilihan ganda akan diujikan selama 90 dengan rincian TKP sebanyak 35 soal, TWK sebanyak 30 soal, dan TIU sebanyak 35 soal.
Berikut kisi-kisi soal tes SKD CPNS 2019:
1. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
Materi TWK antara lain meliputi:
a) Nasionalisme, dengan tujuan mampu mewujudkan kepentingan nasional melalui cita-cita dan tujuan yang sama dengan tetap mempertahankan identitas nasional;
b) Integritas, dengan tujuan mampu menunjukkan sifat atau keadaan yang menjunjung tinggi kejujuran, ketangguhan, kewibawaan sebagai satu kesatuan;
c) Bela negara, dengan tujuan mampu berperan aktif dalam mempertahankan eksistensi bangsa dan negara;
d) Pilar negara, dengan tujuan mampu membentuk karakter positif melalui pemahaman dan pengamalan nilai-nilai dalam Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika;
e) Bahasa Indonesia, dengan tujuan mampu menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang sangat penting kedudukannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
2. Tes Intelegensi Umum (TIU)
a) Kemampuan verbal, yang meliputi:
i. Analogi, dengan tujuan mengukur kemampuan individu dalam bernalar melalui perbandingan dua konsep kata yang memiliki hubungan tertentu kemudian menggunakan konsep hubungan tersebut pada situasi yang lain;
ii. Silogisme, dengan tujuan mengukur kemampuan individu untuk menarik kesimpulan dari dua pernyataan yang diberikan; dan
iii. Analitis, dengan tujuan mengukur kemampuan individu untuk menganalisis informasi yang diberikan dan menarik kesimpulan.
b) Kemampuan numerik, yang meliputi:
i. Berhitung, dengan tujuan mengukur kemampuan hitung sederhana;
ii. Deret angka, dengan tujuan mengukur kemampuan individu dalam melihat pola hubungan angka-angka;
iii. Perbandingan kuantitatif, dengan tujuan mengukur kemampuan individu untuk menarik kesimpulan berdasarkan dua data kuantitatif; dan
iv. Soal cerita, dengan tujuan mengukur kemampuan individu untuk melakukan analisis kuantitatif dari informasi yang diberikan.
c) Kemampuan figural, yang meliputi:
i. Analogi, dengan tujuan mengukur kemampuan individu dalam bernalar melalui perbandingan dua gambar yang memiliki hubungan tertentu kemudian menggunakan konsep hubungan tersebut pada situasi lain;
ii. Ketidaksamaan, dengan tujuan mengukur kemampuan individu untuk melihat perbedaan beberapa gambar;
iii. Serial, dengan tujuan mengukur kemampuan individu dalam melihat pola hubungan dalam bentuk gambar.
3. Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
TKP untuk menilai:
a) Pelayanan publik, dengan tujuan mampu menampilkan perilaku keramahtamahan dalam bekerja yang efektif agar bisa memenuhi kebutuhan dan kepuasan orang lain sesuai dengan tugas dan wewenang yang dimiliki;
b) Jejaring kerja, dengan tujuan mampu membangun dan membina hubungan, bekerja sama, berbagi informasi dan berkolaborasi dengan orang lain secara efektif;
c) Sosial budaya, dengan tujuan mampu beradaptasi dan bekerja secara efektif dalam masyarakat majemuk (terdiri atas beragam agama, suku, budaya, dan sebagainya);
d) Teknologi informasi dan komunikasi, dengan tujuan mampu memanfaatkan teknologi informasi secara efektif untuk meningkatkan kinerja; e) Profesionalisme, dengan tujuan mampu melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan tuntutan jabatan.
BKN secara resmi memberikan kisi-kisi bocoran soal Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS 2019.

Jangan Senang Dulu! Lolos Passing Grade SKD CPNS 2019 Tak Ada Jaminan Bisa Ikut SKB, Apa Alasannya?