Home / Berastagi
Tampilkan postingan dengan label Berastagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berastagi. Tampilkan semua postingan
Bingung mau liburan kemana lagi setelah semua hampir sudah di jalanin. Kali beralih ke kota Berastagi. Banyak yang mengunjungi Berastagi dan singgah di lokasi Penatapan sekitar 15 menit sebelum kota Berastagi, untuk menghilangakan rasa lelah selama perjalanan Medan - Berastagi.
Tapi cuma menikmati jagung bakar dan sejuknya udara Berastagi sambil memandangi hutan tropis yang didominasi oleh pohon-pohon pegunungan yang sudah berumur ratusan tahun, penatapen sendiri merupakan kawasan pemberhentian yang lokasinya berada di sisi jurang sepanjang lokasi penanatapen. Air terjunya sendiri berada di bawah tebing, banyak yang sering singgah di penatapan tetapi tidak tahu di bawah lokasi penatapan ada air terjun yang tidak kalah indahnya dari air terjun sipiso-piso yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat sumatera utara.
Saya sendiri jarang mendengar keberadaan air terjun sikulikap ini sebelumnya. Iseng-iseng saya cari informasi tentang air terjun ini di internet. Saya benar-benar terkejut saat melihat video dan foto yang di unggah di media sosial.
Air terjunnya bagus sekali. Bagaimana mungkin saya tidak tahu ada air terjun seindah kulikap ini. Walaupun air terjunnya tidak setinggi air terjun sipiso-piso (120 Meter) air terjun sikulikap ini punya keunikan tersendiri. Saya dan beberapa teman saya akhirnya memutuskan untuk pergi menjelajahi air terjun ini.
Nah di sini kita mau berbagi pengalaman wisata alam yang bisa di jadikan rekomendasi tentunya bagi yang menyukai jungle tracking.
Lokasi & akses transportasi
Tak sabar menunggu lama kamipun memutuskan untuk berangkat satu hari setelah kami mencari tahu informasi di mana tepatnya lokasi air terjun ini berada. Berdasarkan informasi lokasi dan situasi yang saya dapatkan kamipun tidak membawa perlangkap khusus. Saya sendiri Cuma pakai sepatu kets dan jaket. bahkan teman saya malah ada yang cuma paki sandal jepit.
Akses Transportasi untuk mencapai lokasi cukup mudah, akses dari medan dapat dimulai dengan menggunakan jasa transportasi yang berada di sekitar daerah simpang Kwala atau Simpang Pos . Transportasi yang paling banyak digunakan dan paling ekonomis yaitu Bus berukuran sedang. Biaya transportnya juga relatif murah, Cuma 10rb rupiah saja. Bagi yang membawa kendaraan sendiri, cukup dititipkan di tempat warung jagung di sekitar gerbang masuk air terjun tersebut, berhubung penulis datang tidak menggunakan kendaraan pribadi jadi soal biaya penitipan kendaraan saya tidak tahu.
Air terjun sikulikap berlokasi tepat di sebelah kiri gapura perbatasan Deli serdang dan Kabupaten karo. Dan air terjun sikulikap berada di kabupaten karo. Berada di jalan Jamin Ginting KM 54, Doulo, Berastagi. Waktu yang kami tempuh juga tidak lama. Tidak sampai 90 menit kamipun sampai di lokasi gapura perbatasan. Masih penasaran dengan lokasinya.? Cek saja di peta digital. Ketik saja kata kuncinya Kulikap Waterfall.
Air terjun sikulikap
Pintu masuk air terjun sikulikap tepat berada di sebelah kiri gapura perbatasan. Tak ada petugas yang menjaga lokasi air terjun itu sama sekali. Bahkan tak ada bangunan tempat pemberhentian petugas. Sangat mengherankan tempat wisata sepotensial ini tidak dimanfaatkan. Berhubung tidak ada biaya karcis/retribusi langsung saja kami masuk lokasi Air Terjun Sikulikap.
Jarak yang harus di tempuh juga tidak jauh. sepanjang perjalanan hampir 60% persen jalur tracking sudah disemen. Sebagian jalan terlihat baru saja diperbaiki mungkin sekitar setahun atau dua tahun yang lalu. Tapi untuk apa jalanya di perbaiki kalau tidak dimanfaatkan oleh pemerintah daerah. Dan di sepanjang perjalanan juga di sediakan kursi yang terbuat dari batu. Saya yakin tempat duduk yang yang ada di sepanjang jalur tracking sudah lama dibuat. Desainnya juga sangat sederhana dan unik persis seperti kursi batu megalitik yang sering saya lihat di buku-buku sejarah. Jika kamu pernah ke pemakaman Sidabutar di Samosir. Jenis batunya hampir kelihatan sama.
jalur tracking yang kami lewati juga tidak terlalu berbahaya karena sebagian jalur yang mengarah kearah jurang telah di buat pagar besi. Pagar besinya juga kelihatan baru di cat. Kontur tanah yang di lalui juga tidak terlalu curam. Tapi cukup menantang untuk di lalui.
Sepanjang jalan kita akan menelusuri hutan lebat khas tropis. akan ada berbagai jenis jamur, anggrek hutan dan objek - objek menarik lainnya. Cocok jadi objek buat wisatawan yang menyukai photography. Dan apabila beruntung kita bisa melihat banyak monyet yang berteriak dan bergelantungan di atas pohon.di perjalanan kami bahkan melihat 2 jenis monyet yang berbeda warna dan ukurannya. Waktu menuju air terjun sikulikap sekitar 15 menit. Tapi selama perjalanan kami menemukan objek-objek yang sayang untuk tidak diabadikan.
Sayup-sayup akan terdengar suara gemericik air terjun. Tanda-tanda bahwa air terjunya sudah tidak jauh lagi. dari kejauhan juga akan terlihat sekilas air terjunnya walaupun tidak terlihat secara jelas karena ditutupi oleh rimbunnya hutan dan percikan air terjun. setelah berjalan menelusurri hutan sekitar 30 meenit, kita sudah bisa melihat keindahan Air Terjun Sikulikap. semua rasa penasaran yang selama ini terbayarkan saat guyuran percikan air jatuh dari ketinggian 30 meter itu. karena kami tidak membawa perlengkapan baju ganti, terpaksa baju yang kami pakai satu-satunya basah oleh percikan air yang jatuh.
Kontur tebing berbatu yang unik juga menambah keunikan air terjun ini. Sekitar tahun 90-an tebing batu di sisi air terjun ini sering di pakai untuk olahraga panjat tebing oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Karena sekarang jumlah wisatawan asing yang datang ke Berastagi berkurang, maka jumlah pengunjung mancanegara kelokasi ini juga ikut berkurang. Lumut yang tumbuh di kedua sisi air terjunya juga membuat air terjun ini kelihatan lebih unik. Tepat di bawah air terjun ini juga di sediakan tempat untuk berteduh manakala hujan. Desain atapnya sangat terasa sentuhan budaya karo-nya.
Sangat di sayangkan, banyak yang tidak mengetahui lokasi wisata ini. saya sendiri yang lahir di daerah tersebut baru mengetahui adanya air terjun ini dari modal searching di internet. Dan saat saya memposting beberapa poto dan video saya di media sosial banyak yang tidak pernah mendengar dan mengetahui daerah wisata ini. Padahal Air Terjun Kulikap layak di jadikan salah satu sumber pendapatan daerah tersebut. Berdasarkan informasi yang saya baca bahwa pemerintah daerah tidak mencanangkan dana APBD untuk mempromosikan tempat wisata ini. Rasanya wajar saja saat memasuki wisata ini wajib membayar sejumlah retribusi tertentu.
Semoga bisa jadi pertimbangan wisata anda selanjutnya :)
Taman Seribu Bunga Berastagi - www.jitunews.com
Bagi mereka yang gemar mengeksplorasi spot-spot wisata alam, mungkin sudah tidak asing lagi dengan Berastagi. Ini bisa dikatakan sebagai salah satu tempat wisata populer yang berada di dataran tinggi Karo, Sumatera Utara. Banyak objek wisata alam yang bisa Anda temukan di kawasan ini, mulai dataran tinggi, air terjun, taman bunga, hingga danau yang memesona.
Sekilas Tentang Berastagi
Dilansir dari situs Wikipedia, Berastagi adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang bisa dikatakan memiliki wilayah terbesar kedua di daerah tersebut setelah Kabanjahe. Merupakan spot wisata populer, Berastagi berselang sekitar 66 km dari Kota Medan. Wilayah ini sendiri diapit oleh dua gunung berapi yang masih aktif, yaitu Gunung Sibayak dan Hubung Sibayak. Terletak di ketinggian lebih dari 1.300 meter dari permukaan air laut, Berastagi bisa dikatakan sebagai salah satu daerah paling dingin yang ada di Tanah Air.
Aktivitas ekonomi masyarakat di Berastagi berpusat pada produksi sayur dan buah-buahan, selain sektor pariwisata, mengingat kondisi alamnya yang sangat subur. Berastagi bahkan dikatakan sebagai salah satu penghasil sayur dan buah-buahan terbesar di Provinsi Sumatera Utara. Banyak produk daerah ini yang sudah diekspor ke luar negeri, terutama ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Karena akses menuju wilayah ini mudah dijangkau, objek wisata di Berastagi menjadi tujuan wisata utama keluarga, teman pencinta alam, dan juga pasangan untuk menghabiskan waktu liburan mereka. Dengan menempuh perjalanan sekitar dua jam berkendara dari Kota Medan, Anda akan mendapati pemandangan yang elok dan disambut dengan pohon-pohon tua di sisi kiri dan kanan jalan.
Lembah Seribu Bunga di Berastagi
Bunga bisa menjadi mahkota keindahan suatu tempat. Hal ini mungkin yang mendasari pemerintah Kabupaten Karo untuk membuat taman bunga di wilayahnya. Dikenal sebagai Lembah Seribu Bunga atau Sapo Juma, taman bunga ini sebenarnya tidak terletak persis di Berastagi. Lembah Seribu Bunga tepatnya berlokasi di Desa Barusjahe, Kabupaten Karo, yang memang berada tidak jauh dari Berastagi.
Taman seribu bunga ini ditata dengan dipangkas membentuk rupa yang rapi dan elok. Dibuka pertama kali sekitar tahun 2016 lalu, taman ini adalah sebuah lembah yang ditanami ribuan bunga dengan dominasi warna merah jambu atau pink. Beraneka macam bunga dengan warna beragam bisa Anda temukan di tempat ini.

Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di sini antara lain berjalan-jalan mengitari taman, berfoto atau berselfie ria, menikmati indahnya Lembah Seribu Bunga, atau berwisata ke rumah-rumah adat suku Batak yang terletak di Kecamatan Barusjahe. Rumah-rumah adat ini cukup unik karena memiliki jumlah kamar tidur yang cukup banyak, mencapai 8 sampai 12 unit di setiap rumah.
Meski tergolong tempat wisata yang cukup anyar, namun fasilitas yang disediakan di Lembah Seribu Bunga ini bisa dikatakan sudah cukup memadai. Di tempat ini, wisatawan bisa menemukan area camping, toilet, musala, tempat makan, hingga penginapan. Sayangnya, akses jalan ke sana memang masih belum begitu baik, perlu perjuangan untuk bisa sampai ke tempat wisata ini.
Harga Tiket Masuk Lembah Seribu Bunga
Lalu, berapa harga tiket masuk yang dibayarkan jika wisatawan hendak berwisata ke tempat ini? Tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk menjelajahi Sapo Juma. Anda cukup membayar biaya sebesar Rp20.000 per orang, kemudian bebas mengeksplorasi seluruh kawasan wisata ini. Namun, yang perlu diingat dan diperhatikan, wisatawan tetap harus menjaga kawasan ini dari kerusakan, jangan menginjak atau bahkan memetik bunga-bunga tersebut hanya untuk kepentingan selfie semata.
Spot Wisata Lainnya di Berastagi
Ada banyak objek wisata menarik lainnya di Berastagi yang sayang untuk Anda lewatkan. Spot pertama dan mungkin yang paling populer adalah Bukit Gundaling. Ini adalah destinasi wisata yang hanya berjarak sekitar 3 km dari pusat kota dan berselang sekitar 60 km dari Kota Medan. Objek wisata ini menyuguhkan keindahan Berastagi, khususnya panorama Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung, di atas ketinggian 1.575 meter dari permukaan air laut.
Masih di sekitar Bukit Gundaling, ada Gundaling Farm Berastagi, yang merupakan sebuah wisata peternakan sapi perah dan cocok dijadikan tempat persinggahan membeli susu sapi segar atau melihat proses pemerahan susu sapi. Gundaling Farm sendiri juga merupakan satu-satunya usaha peternakan sapi di Sumatera Utara yang dikelola secara modern dan menjual hasil produknya sendiri.
Spot wisata berikutnya adalah Taman Alam Lumbini yang terletak di Desa Tongkoh, Dolat Rayat, Berastagi, Kabupaten Karo. Taman Alam Lumbini adalah sebuah tempat unik yang memiliki pagoda tertinggi di Indonesia dengan warna emas yang mencolok. Dibuka pada Oktober 2010, di belakang pagoda tersebut juga terdapat taman indah yang ditata rapi dan menarik dengan suasana hutan alam.
Untuk mereka yang ingin berendam air panas, bisa langsung meluncur ke Desa Sidebuk-Debuk yang berjarak sekitar 58 km dari Kota Medan. Mata air panas yang berasal dari Gunung Sibayak memiliki kandungan belerang yang diklaim berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit kulit seperti jerawat, alergi, panu, dan lain-lain. Aliran air panas ini dialirkan dari rekahan Gunung Sibayak melalui pipa-pipa kolam pemandian.
Nah, untuk mereka yang ingin berbelanja hasil alam Berastagi sebagai oleh-oleh, bisa langsung berkunjung ke pasar buah. Seperti namanya, pasar buah ini menjual berbagai macam buah-buahan segar seperti jeruk, stroberi, markisa, alpukat, hingga sayuran semacam lobak, wortel kol, dan lain-lain. Di samping itu, pasar ini pun menyediakan aneka bibit bunga, aksesoris, hingga oleh-oleh khas Berastagi.
Tapi sayangnya semua ini belum terjadi dan masih dalam tahap pengembangan.
Putra desa barusjahe, sempurna barus bersemangat untuk mengelola lembah tanah miliknya untuk dibangun menjadi taman bunga.
Hal itu dilakukan setelah sempat dihebohkan oleh berita hoax menunjukkan adanya Taman Seribu Bunga yang disebut sebut sudah ada di barusjahe dengan menampilkan gambar taman bunga yang ada di luar negeri.
Inilah foto tahap pengembangan
Putra desa barusjahe, sempurna barus bersemangat untuk mengelola lembah tanah miliknya untuk dibangun menjadi taman bunga.
Hal itu dilakukan setelah sempat dihebohkan oleh berita hoax menunjukkan adanya Taman Seribu Bunga yang disebut sebut sudah ada di barusjahe dengan menampilkan gambar taman bunga yang ada di luar negeri.
Inilah foto tahap pengembangan
Bukit Gundaling adalah salah satu tempat wisata yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Bukit ini menjadi salah satu tujuan utama bagi wisatawan yang ingin melihat panorama alam Berastagi, khususnya Gunung Sinabung, yang dapat dilihat dari bukit tertinggi.
Menyusuri puncak Bukit Gundaling dengan berjalan kaki, adalah sensasi yang menyenangkan bagi sebagian para wisatawan. Sebab, dari bukit yang ditumbuhi pohon pinus ini, para wisatawan bisa melihat keindahan alam dan menikmati segarnya udara Berastagi. atau kalian juga bisa naik Kuda menuju puncak Gundaling atau naik Delman.
Selain itu, di sana Anda juga akan menjumpai bunga-bunga yang indah dan patung manusia yang mengenakan pakaian adat khas suku Batak Karo, yang bisa Anda jadikan sebagai spot yang bagus untuk berfoto. untuk biaya foto dikenakan Rp.10 ribu untuk 1 foto. jika kita berfoto sendiri dikenakan biaya masuk saja Rp 5 ribu 1 org.
Jika lelah menyusuri bukit, wisatawan bisa duduk bersantai di tempat yang telah disediakan, ada bangku dan bebatuan besar yang bisa diduduki. Jika dianggap masih kurang santai, Anda dapat menyewa tikar dan tenda untuk melindungi embusan angin yang terkadang cukup kencang.
Selain melihat pemandangan, ada juga delman dan kuda yang bisa membawa anda mengitari bukit sambil membeli souvenir atau makanan hangat seperti jagung yang dijual di kawasan tersebut.
Selain menikmati pemandangan, pengunjung juga bisa berkeliling menaiki delman
Wisatawan yang mengitari bukit dengan delman dikenakan biaya Rp.50 ribu dan Kuda Rp. 25 ribu.
Untuk menuju bukit gundaling dapat ditempuh dengan menggunakan kenderaan pribadi, karena kenderaan umum jarang mau mengantarkan penumpang hingga puncak Gundaling. Untuk menyiasiati kendala ini, wisatawan dapat menyewa angkutan dari Berastagi.
Sebelum menuju puncak bukit Gundaling, para wisatawan juga dikenakan biaya retribusi yang dipungut oleh pihak Pemerintah daerah setempat yakni sebesar Rp 4 ribu per orang.
Langganan:
Postingan (Atom)








